Saat Zehra dan İbrahim—pasangan yang tengah beradaptasi dengan peran baru sebagai orang tua—berselisih paham mengenai sebuah meja tamu, kejadian itu tampak seperti pertengkaran rumah tangga biasa yang tak berbahaya. İbrahim, yang kali ini ingin menunjukkan ketegasan sikapnya, bersikeras untuk membeli meja tersebut. Namun, saat ia harus merakitnya seorang diri, ia melakukan satu kesalahan fatal yang tak bisa diperbaiki—dan situasi pun kian memburuk; ia terjebak dalam pusaran kebohongan, kepanikan, serta kepura-puraan tenang sembari berusaha menyembunyikan kenyataan dari orang-orang yang paling ia cintai.













